Senin, 03 Agustus 2015

Welcome Masa Dewasa


Well, akhirnya saya telah menginjak umur dewasa awal. Masih asing sebenarnya. Semester 7. yah, mendengarnya saja, siapapun pasti dengan gampangnya menanggapi. "Wah, habis ini lulus ya". Please, it's not easy for us guys. masih ada skripsi yang tentunya membutuhkan proposal skripsi sebelum meraihnya. Konsultasi yang harus dilakukan setiap minggu. harus rutin, dan harus tetap kuat secara mental saat ditolak atau harus merevisi. yah, setidaknya saya bisa merasakan tantangan hidup pada fase ini. Yang penting sabar, dan istiqomah.
Rupanya semester 7, telah menjadi tekanan yang kuat bagi para mahasiswa semester akhir seperti saya. Hal ini terbukti saat saya bertemu dengan beberapa kawan lama yang menginjak semester yang sama. tanggapan mereka setidaknya seperti ini "Aku kok deg-degan ya semester ini." atau tanggapan lain yang masih sinonim dari kata GUGUP. It's true. termasuk saya.

Rabu, 10 Juni 2015

It's About Us ICP PIPS'12 UIN Maliki Malang


memiliki keluarga besar seharusnya menjadi hal tersulit dalam menentukan kesamaan tujuan. namun disini, tujuan kita sama tentunya dengan fungsi yang berbeda-beda. bermacam-macam karakter yang mustahil untuk disamakan. Bukankah demikian yang kita pelajari dari teori Durkheim?? namun tujuan kita sama. Wisuda bareng tepat waktu, menyelesaikan tugas tepat waktu dan go overseas. it's our dream right?
dengan karakter masing-masing saya yakin we will get our beautifull dream..

Minggu, 19 April 2015

Imamku Maybe


Kamu. Namamu sering kudengar. Namun, aku tak tau bagaimana rupamu. Sikapmu saja masih misterius bagiku. Kamu. Keluarga kita telah digosipkan akan menjadi besan. Bagaimana menurutmu? Apakah hal yang baik jika kau dijodohkan denganku? Apakah tak mengapa kalau kau menikah denganku? Kamu. Aku bukanlah orang yang sempurna. Mengertilah! Semua kebaikanku hanyalah gosip semata. Masihkah kau mau denganku?
Salam kenal. Aku orang terbodoh di dunia, aku juga orang termalas di dunia. Aku ingin memperkenalkan diriku padamu. Kamu. Aku ingin mengenalmu, aku ingin melihat wajahmu. Rasa penasaran ini selalu berkecamuk dalam hati dan pikiranku. Kalau boleh jujur, kamu bukanlah orang yang aku impikan selama ini. Jarak rumah kita terlalu dekat dan berkacamata, anak tunggal pula. Karena itulah aku ingin mempertimbangkannya dengan bertemu denganmu. Bolehkah?

Sabtu, 14 Maret 2015

Malaikatku

Teruntuk engkau. Siapapun yang akan menjadi kekasihku kelak. ini adalah pengakuanku. Terimakasih telah menerimaku menjadi separuh jiwamu. Terimakasih sudah melengkapi apa yang kurang dariku. Mungkin engkau menerimaku dari rumor positif tentangku. Pendiam, Pandai dll. Jujur, aku muak dengan semua pujian itu. Aku Muak, karena meruntuhkan diriku yang ingin menjadi lebih baik.
Teruntuk engkau. Siapapun darimu. Aku tak mengerti siapa yang benar-benar dipersiapkan untukku. Aku hanya berharap dia yang terbaik untukku. Egois memang saat aku harus meminta yang lebih dari karakterku sendiri. Tapi bagaimanapun aku hanyalah makhluk-Nya yang lemah dan selalu bersandar pada-Nya. Lebih ringan memang jika aku dapat bersandar di bahumu.

Jumat, 13 Februari 2015

Lillahi ta'ala

Tulisan ini saya tulis berdasarkan keterangan dosen saya. Banyak yang salah kaprah tentang kalimat lillahi ta'ala. secara harfiyah, jika ditinjau dari segi bahasa Indonesia, kita ketahui bahwa makna dari lillahi ta'ala adalah "untuk Allah" bisa pula diartikan sebagai "karena Allah". Jika diartikan demikian, maka eksistensi Allah semakin dekat dengan sifat makhluk yang saling membutuhkan. Inilah yang sangat berbahaya untuk keimanan kita terhadap agama Islam. Agama Islam akan dicurigai sebagai agama yang sesat. Lalu bagaimanakah hakikat Lillahi Ta'ala  yang sesungguhnya? Disini saya akan sedikit menjelaskan sebisa mungkin dengan tetap merujuk pada penjelasan dosen saya. Hanya saja dengan bahasa saya sendiri.

Senin, 15 Desember 2014

GERMANY

Skenario Allah selalu indah. Hanya itu yang bisa menjadi komentarku saat ini. menjadi mahsiswa ICP? siapa sangka diriku yang dulu sangat benci dengan pelajaran B. Inggris ini, harus menjadi mahasiswa yang kehidupannya berubah 80 derajat dari asalnya. Just for 2 years, I change my mind. inilah mungkin jalannya menuju Jerman.
1,5 tahun yang lalu. logikapun tak pernah kesampaian sampai sana. diriku yang benci bahasa Inggris ini, nekat mendaftarkan diri di kelas yang harus berbicara bahasa Inggris. Hampir saja aku tak mengikuti test seleksi masuk kelas ICP ini. Alasannya, you knowlah. I am really hate it. Namun, ada satu keyakinanku. AKU PASTI GAK KETERIMA. just it, that what I think. But, my destiny is different with something that I think. AKU DITERIMA di kelas ICP.

Sabtu, 13 Desember 2014

TOKOH FILSAFAT: Al-Ghazali Versus Rene Descartes




A.    Biografi Al-Ghazali
                Abu hamid Muhammad al-Ghazali lahir di tahun 1059 M., beliau dipanggil al-Ghazali karena beliau dilahirkan di Ghazaleh, suatu kota kecil yang terletak di dekat Tus, Khurasan, kawasan Iran. Beliau dilahirkan dari keluarga sederhana, ayahnya adalah seorang pengrajin wol sekaligus sebagai pedagang hasil tenunnya, dan taat beragama, mempunyai semangat keagamaan tinggi seperti terlihat pada simpatiknya terhadap ‘ulama dan mengharapkan anaknya menjadi ‘ulama yang selalu memberi nasihat kepada umatnya. Sehingga beliau dititipkan kepada teman ayah beliau yang merupakan seorang ahli tasawwuf untuk mendapatkan bimbingan dan didikan.[1]
Pada masa mudanya ia belajar di Nisyapur,  Khurasan, yang pada waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan yang penting di dunia Islam dan kemudian menjadi murid Imam Haramain al-Juwaini, Guru Besar di Madrasah al-Nizamiyah, Nisyapur. Mata pelajaran yang di berikan oleh Madrasah ini diantaranya adalah teologi (ilmu kalam), hukum Islam, filsafat, logika, sufisme, dan ilmu-ilmu alam.